Rabu, 01 Juli 2015

A Half Wing of Demon


Siang itu siang yang biasa saja bagi bocah berseragam biru putih, yang lebih tepatnya biru kelabu,atau biru kuning, atau biru..apalah sebutan yang tepat untuk warna baju putih kusam. Bajunya kusam karena tak pernah diganti sejak tahun lalu. Ayahnya bukan orang yang mampu untuk membelikan baju baru setiap tahun, namun ayahnya mampu membayar uang sekolah yang tidak mahal.. ya tidak mahal dibandingkan harapan dan hasrat orang tua untuk menempatkan anaknya pada lingkungan sekolah yang berprestasi baik dan serius dalam menyelenggarakan pendidikan, meskipun untuk itu sang ayah harus menganggap setiap bulan adalah bulan ramadhan karena harus puasa setiap hari.

Ya siang itu di saat terakhir sebelum ia menyelesaikan tahapan sekolah menengah pertama, ia melihat lingkungan sekolahnya. Menatap bunga yang tertata rapi, melihat lapangan basket , ruang guru , kelas dengan whiteboard , melihat parkiran sepeda dimana banyak sepeda para siswa terparkir dengan rapi, kemudian melihat parkiran sepeda motor dan matanya tertuju pada motor sport jaman itu. “Pastilah ini milik para siswa laki-laki dengan ekonomi keluarga menengah ke atas..” demikian pikirnya . ya kebanyakan motor sporty itu pastinya untuk menarik perhatian para  wanita. Demikianlah hal-hal yang mungkin luput dari perhatian orang tua, bahwa materialism itu dimulai saat masa puber.

Sabtu, 27 Juni 2015

Can't take my eyes off you

Heei... judul diatas mengisyaratkan sepertinya tulisan ini bertema mabuk cinta.. mabuk oleh alkohol paling maut di dunia, yang difermentasikan dari buah terlarang di taman elysium yang konon membuat adam dan hawa telanjang, lalu terusir dari surga.

Tidak , ini bukan tentang itu.

Bukan juga tentang menjadi patung setelah menatap mata sang pujaan, yang diduga kuat mewarisi mata medusa. Ya, mata legendaris yang bahkan membuat monster laut kraken membeku tak ubahnya seperti remaja yang jatuh cinta .

Tidak, ini bukan tentang itu

Kita juga tidak akan berusaha memahami kata-kata kontroversi hati yang menyudutkan kepada konspirasi kemakmuran yang kita pilih..

Gubrag -_-!  ini juga bukan tentang itu


Kamis, 20 November 2014

BENARPUN SALAH


Sudah lama saya tidak menulis , dan hari ini saya ingin menulis lagi. Bukan cerita panjang dan karya sastra nan indah, namun hanya pemikiran kecil  yang lumrah dijumpai. Salah seorang nasabah yang saya hormati pernah menasehati “sekalipun kita di jalan yang benar, kadang kita harus mengalah demi kebenaran yang lebih tinggi"

………….........
Alkisah seorang pria muda yang bernama alek , yang baru saja mempunyai anak dari istri tercintanya sedang dalam perjalanan menuju ke rumahnya. Tak sabar ia menemui sang buah hati, mengendarai mobil sendiri. Sebuah mobil sedan berwarna putih keluaran terbaru, Di dalamnya terdengar alunan musik merdu dengan sebungkus terang bulan manis hangat untuk sang istri tercinta diletakkan di jok sebelah. Saat itu jalanan tidak begitu ramai, suasana senja yang indah, seindah suasana hatinya. Hanya saja di jalanan pulau para dewa ini begitu sempit, bahkan yang disebut jalan propinsi hanya sanggup dilintasi dua mobil berpapasan. Di jalan itu dilalui truk truk pengangkut barang, yang berjalan lamban karena penuh muatannya, sehingga mau tidak mau kita harus mendahului dan mengambil haluan jalan sebelah kanan. Apabila dari arah berlawanan kendaraan begitu ramai, tentu saja kita harus bersabar dibelakang truk yang amat sangat lamban, yang tak peduli bahwa kelambananya yang terlalu itu mengganggu pengemudi di belakangnya, yang tak peduli bahwa muatannya terlalu berlebihan dan dapat membahayakan orang lain. Saat itu alek dengan kecepatan yang lumayan tinggi tiba-tiba melihat sebuah mobil truk berusaha menyalip truk lamban di depannya dari arah berlawanan. “shiit.. tak tahukah sopir itu bahwa ia sedang berada di haluan orang lain” pikir alek.

Senin, 15 September 2014

Ujian untuk sang semangat


Jika pertanyaan datang dan tidak ada jawaban bisakah engkau tetap menjawab dengan bijaksana
Jika tantangan datang dan kau tidak tau harus memulai darimana bisakah engkau tidak mati
Jika tubuhmu lemas terkuras berpeluh keringat bisakah engkau tetap tersenyum dan memikirkan orang lain...

Rabu, 21 November 2012

Varian mag yang disebut GERD

Langsung saja, tujuan saya menuliskan ini adalah untuk berbagi pengalaman. Berbagi pengalaman ini dibutuhkan bagi orang-orang yang sedang mencari informasi, dalam hal ini mengenai gerd. Sekitar bulan september 2012 saya mengalami sakit tidak enak badan, pusing, nafas sedikit sesak, mau pingsan (tingkat kesadaran menurun dan cemas). Saat itu sedang ada acara perpisahan salah satu teman kantor yang akan dipindah tugas. Perasaan yang dominan saat itu adalah cemas, dan kesadaran saya sedikit membaik apabila saya berjalan ke toilet dan berusaha muntah walaupun tidak ada yang dimuntahkan (hanya keluar angin). Saat itu saya berhasil bertahan untuk tidak pingsan, pulang ke kost dan beli tabung oksigen. Sampai di kos, teman saya yang punya pengalaman terapis alternatif meng-kop saya, dan saya sedikit membaik malam itu.

Itulah seingat saya pertama kali mengalami gangguan kesehatan yang berujung pada diagnosa gerd. Mulai malam itu, kesehatan saya menjadi tidak stabil, kadang fit, kadang mau pingsan. Gejala dominan yang saya alami adalah rasa tidak nyaman di dada, rasa sesak, dan rasa tertekan di jantung, Saya telpon dokter sp anastesi yang kebetulan adalah nasabah saya dan beliau menduga saya terkena gerd karena dari segi usia faktor resiko untuk terkena serangan jantung masih relatif kecil. (usia saya 27thn). Waktu itu saya belum begitu paham apalagi hanya berkomunikasi via telepon. Selama bulan september – oktober 2012 kesehatan saya tidak stabil, saya pergi ke dokter dan didiagnosa gangguan lambung (beberapa dokter tidak spesifik menyebut gerd), Kalau dihitung kira-kira saya ekg sampai 6 kali. Setiap ada rasa aneh di dada saya selalu cemas ke arah serangan jantung bahkan jam 2 malam saya pergi ke ugd untuk memeriksa kesehatan dan dilakukan ekg. Walaupun kesemua hasil ekg saya normal saya tetap merasa cemas, terlebih lagi saya selalu membaca artikel di internet tentang gejala jantung. Walaupun berimbang dengan mencari informasi tentang gerd juga, tetap saja saya tidak tenang. Bahkan ketika saya ke dokterr spesialis jantung, beliau melakukan (lagi lagi) screening ekg dan hasilnya normal. Saya mulai agak tenang setelah ada hasil cek-up dari kantor yang mengatakan kolesterol saya (walaupun kolesterol total) masih relatif normal yaitu 183 dari batas 200. Kemudian hitung darah lengkap serta fungsi hati,ginjal,hasil ronsen, semua dalam batas normal.

Disamping itupun saya berobat ke dokter spesialis penyakit dalam dan beliau yakin sekali dari gejala klinis yang saya alami, adalah penyakit yang disebut Gerd. Akhirnya saya diberi obat omeprazole , domperidone, serta antasida. Untuk 2 minggu pertama saya minum omeprazole 2 kali sehari. Harga obatnya lumayan mahal karena dikasi yang paten dulu untuk terapi 2 minggu pertama. Sempat saya sudah membaik gejala gerdnya dan berganti menjadi pegal-pegal ga jelas di tangan dan kaki, serta kondisi badan yang rapuh. Sampai saya simpulkan bahwa itu adalah efek stress saya sehingga pundak menjadi pegal seperti itu dan kadang seperti ditusuk jarum di kaki dan tangan (saya juga pergi ke dokter saraf dan diberi vitamin ,dokter menyimpulkan akibat kondisi asam lambung serta cemas).

Kamis, 31 Desember 2009

welcome 2010

Malam menanti pergantian tahun telah tiba..malam perpisahan dengan tahun 2009 dan menyambut tahun 2010. Pastinya, saat ini banyak orang yang merayakan malam tahun baru dengan berbagai cara, ada yang berpesta hura-hura di tempat dugem, ada yang berkumpul berpesta bersama teman-teman, ada yang menikmati dengan berkumpul bersama keluarga di halaman belakang, semuanya tampak bersukacita riang gembira.

Namun di tengah riuhnya kota, ada juga yang tidak gembira, misalnya:
Mereka yang sedang terjebak macet dalam perjalanan menuju pesta. sementara teman-teman yang lain sudah tiba di lokasi, eh dia terancam macet sampai besok pagi. Bisa dibayangkan rasanya ingin menjadi hulk dan melempar semua mobil-mobil yang menghalangi.


Ada juga misalnya orang yang kesel bukan main, karena mobilnya dipinjam dan belum kembali karena si peminjam terjebak macet, sementara dia sudah mau pergi berkumpul bersama teman-teman, apalagi sang kecengan sudah menanti dan mengisyaratkan sesuatu akan terjadi di malam tahun baru ini.(Lagi-lagi gara-gara macet)

hmm..ada juga bocah yang tidak gembira..frustasi tepatnya..karena si wanita pujaan hati menolak ajakannya pergi ke pesta, tetapi menerima ajakan pria lain pergi berduaan. Sudah deh..pupuskan niatmu nak kalau begitu...pergi beli vodka , abisin sendiri di kamar sambil matiin lampu aja ya..wkwkwk

Ada apa lagi ya...hmm..ada orang yang nggak gembira karena per 31 desember 2009 dia dipecat.

Rabu, 18 November 2009

Hati sang jendral

dikutip dari buku Hati sang jendral, penulis Bonnie Soeherman.
Bernafaskan art of warnya tsun zu/ sun zi

Mengawali perjalanan besarnya, Sun zi singgah dan ingin menganbdi pada negri wu. Saat itu raja He lu telah mendengar berita tentang seni perang dan timbul niatnya untuk menguji kelihaian sun zi dan memintanya untuk melatih gerakan perang 180 selirnya. Beberapa saat ia berpikir sebelum akhirnya menerima tantangan "gila" itu. Sun zi membagi selir-selir menjadi dua bagian dengan masing-masing dipimpin oleh komandan lapangan, selir kesayangan raja. Beberapa kali dicoba dengan sistem komando yang efektif namun hasilnya adalah disorganisasi. Setelah memberi sanksi memenggal kepala kedua komandan tersebut, Sun zi kembali memilih dua selir lainnya sebagai komandan lapangan pengganti dan hasilnya..luar biasa semua selir tertib layaknya pasukan siap tempur. Tanpa banyak kata, akhirnya He lu mengangkat sun zi sebagai jendral sekaligus ahli strategi perang Wu yang memenangkan banyak perang dan pertempuran sepanjang sejarah Cina.